Weather (state,county)

Breaking

Rabu, 10 Januari 2018

Revitalisasi Musholla Sebagai Upaya Mengislamkan Universitas Islam

dakwah masjid

Oleh: Siti Ulfah Fadilah

Era modernisasi kini yang penuh dengan kenyamanan duniawi tentu membawa dampak pada setiap jenis masyarakat. Mahasiswa merupakan salah satu komunitas masyarakat yang tampak jelas terkena efek modernisasi. Masih ingat dengan jargon nyentrik Agent of Change dan Control Social, kini tampaknya sulit untuk disandarkan dengan mahasiswa zaman kini. 

Mungkin lelah, jenuh, bosan, atau memang tuntutan zaman, mahasiswa apatis dan Study Oriented menjadi mindset yang semakin dominan. Tentunya jangan sampai kengerian ini mengakar di setiap lini pergerakan mahasiswa. Perlu ada program kerja kritis yang digalakkan untuk menghindari sikap apatis mahasiswa. Berangkat dari isu ini, salah satu komunitas turunan dari Pimpinan Komisariat (PK) IMM DAKWAH yaitu XDAD ANAK PANAH mencoba tampil beda dengan turut gerak aktif menjawab tantangan zaman. Kader XDAD Anak Panah murni memiliki kegelisahan terhadap banyak persoalan kampus. Salah satunya ialah status dan kelayakan musholla Fakultas.

Pada suatu kesempatan diskusi yang diselenggarakan XDAD Anak Panah pada tangga 15 April 2017 di Masjid Al-Qomar, Gowok, Sleman, Yogyakara, dalam rangka program kerja Homevisit tersebut, para kader yang juga didampingi PK IMM DAKWAH mengungkap kegelisahan selama ini terkait kondisi musholla yang tidak representatif, hampir satu tahun terjadi tarik ulur tidak jelas atas tempat ibadah salah satu Fakultas di Universitas Negeri yang mencantumkan kata Islam tersebut. Muncullah inisiatif para kader untuk melakukan pembaharuan musholla dan menjadikan program ini sebagai upaya Follow Up XDAD Anak Panah. Mengingat banyaknya komunitas yang bersikap NATO (No Action Talk Only) dalam menyikapi permasalahan ini, para kader memiliki semangat cukup tinggi untuk segera menindaklanjuti program ini dengan menjadi pioneer dari barisan komunitas mahasiswa dan mengusung jargon #MengislamkanUniversitasIslam. 

Wacana ini juga mendapat banyak dukungan dari bermacam kalangan mahasiswa dan beberapa dosen Fakultas Dakwah.

Berbagai upaya dirancang oleh kader XDAD Anak Panah. Tentunya bimbingan dan bantuan dari para PK IMM Dakwah tidak pernah luput. Beberapa usaha advokasi untuk mewujudkan follow up ini mulai dari audiensi dengan beberapa wakil dekan terkait, aksi penyebaran angket, penyebaran poster provokatif tapi menggunakan konsep positif, hingga rencana penggalangan dana untuk menyumbangkan alat sholat ke mushola fakultas. Mulanya akan ada penegasan sikap dengan menggelar aksi di Taman Dakwah, tapi niat tersebut diurungkan karena adanya penolakan dari beberapa kader. Tantangan tidak hanya di situ, beberapa permasalahn untuk memperjuangkan eksistensi musholla dakwah muncul dari internal dan eksternal komunitas. Mulai dari lunturnya semangat beberapa kader, sulitnya menemui pihak birokrasi fakultas, ketidakpastian dan sikap menggantung dari fakultas, persengketaan lahan mushola dengan pihak lain, dsb. Para kader XDAD Anak Panah sadar betul dengan tantangan yang tengah dan akan dihadapi. Teranglah alasan kenapa masih banyak fakultas yang belum berhasil mengadvokasi kasus ini hingga tuntas.

Mahasiswa tetaplah mahasiswa, kader tetaplah kader, manusia wajib berusaha, hasil serahkan pada Yang Kuasa. Segala upaya memang telah dikerahkan untuk mewujudkan wacana Mengislamkan Universitas Islam dengan pengadaan musholla idaman yang layak. Kader XDAD Anak Panah dan IMM Dakwah memiliki harapan atas adanya musholla baru dapat memfasilitasi para mahasiswa untuk dapat menunaikan ibadah sholat dengan nyaman dan tenteram, sehingga menjawab kegelisahan umat selama ini. 

Harapan lain tentunya musholla dapat menjadi kemaslahatan umat selamanya dan fakultas terus memberi perhatian secara materiil dan non materiil. Lantas apakah harapan hanya sebatas harapan? Akhirnya! Kerja keras memang tak tega membohongi hasil . Fakultas merespon dan menjawab aspirasi kader XDAD Anak Panah dengan menyediakan musholla baru di Fakultas Dakwah lokasi tepatnya di depan ruang 112 lantai 1. 

Harapan terakhir dari XDAD Anak Panah yang tinggal menghitung hari untuk masuk dalam jajaran PK kultural IMM Dakwah sebab telah berhasil melakukan follow up, yakni bisa menginspirasi seluruh Xdad, Pimpinan, dan komunitas lainnya untuk berani melakukan perubahan dan mengadakan proker yang membawa manfaat luas serta nyata untuk mewujudkan gerakan progresif yang sebenarnya.

3 komentar:

  1. Terima Kasih, estafet perjuangan ini belum selesai.

    BalasHapus
  2. https://tajenonline.live/berikut-cara-mengobati-mata-ayam-aduan-berbusa

    Kali ini tajen online akan membahaskan Berikut Cara Mengobati Mata Ayam Aduan Berbusa atau Berair.

    Bagaimana bisa ayam aduan kita terkena penyakit pada mata yang berbusa? Maka tajen online akan memberitahukan sedikit pengalaman dari situs Tajen Online

    BalasHapus